motivasi sederhana

Senja, hampir mendekati magrib, hujan turun deras, karena belum bisa balik ke rumah, akhirnya duduk-duduk dulu di emperan masjid dekat sekolah. Kali ini tidak melamun, karena tidak ada bahan yang dilamunkan. Kulihat masjid ramai, karena tiap sabtu ada pengajian di sini.
Sepasang suami istri dan anak-anak mereka. Mereka terlihat berbeda. Entahlah yang datang ke pengajian itu dari segi penampilan sudah sangat beda dg kalangan biasanya. Yang akhwat memakai baju panjang serba hitam, gamis dan jilbab hitamnya tak kalah panjang dengan baju mereka. Belum lagi sebagian besar malah ada yang memakai cadar hitam. Anak-anak yang ikut masih kecil dan jumlahnya banyak, mungkin tiap keluarga membwa 2/3 lebih anak kecil yg jarak antara anak gak beda jauh.
” Mungkin saat mereka melihatku terbersit di hati mereka. Mbaknya jilbabnya kecil sekali”. Meski tak diungkapkan lewat kata, kadang tatapan-tatapan itu seolah menghakimiku. Tatapan dari atas ke bawah…(whatever lah..)
Ku langkahkan kaki ke masjid, pengajiannya sudah hampir selesai. Ramai oleh orang itu, mungkin salaf kali ya. Ku dengarkan sebentar. Isinya gak ada macem-macem, pembahasan tentang sholat. Ku dengarkan …nothing special..maksudku sebenarnya tidak ada yang menyimpang sejauh ini. Tapi bukan berarti ikut-ikutanan dengan mereka.
Adzan magrib dikumandangkan dan ikut berjamaah bersama mereka. Tidak ada yang pakai mukena, karena pakaian dan jilbab mereka juga sudah seperti mukena.
“Aku tidak peduli dengan anggapan mereka, karena dalam sholat berjamaah tidak memandang golongan manapun”.
Sujud dan rukuk sang imam cukup lama..Ini yang membuatku malu. Mereka itu sangat menegakkan Al Qur;an dan Shunnah. Berpegang teguh pada keduanya. Dan semangat mereka menuntut ilmu cukup besar, sayangnya kenapa mereka hanya menuntut ilmu /pengajian bersama kelompok mereka saja, tidak membaur dengan yang lainnya.
Begitu salam diucapkan..antara mereka saling bersalam-salaman. aku hanya diam, karena termasuk yang tidak di ajak bersalaman. Mungkin aneh karena pakai mukena warna-warni
Barisan mereka buyar dari masjid. Aku masih duduk terdiam di sana. Tak terbendung sebuah rasa .Ya Allah mungkin aku jauh dari sifat2 baik mereka, dari segi pakaian yang sempurna, dari segi ilmu2 yang lain.
Setidaknya muncul semangat kalau tak boleh kalah dengan mereka dalam menuntut ilmu dan beribadah padaMu. Yang tau isi hati seseorang adalah Engkau. berikanlah kami pakaian ketaqwaan itu Ya Allah agar kelak saat menghadapMu kami termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa kepadaMu

isna nurlela nasution
laskar 18

Comments